Artikel Terkini
recent

Pernikahan adalah Sebuah Kenikmatan yang Tak Terlupakan

Pernikahan adalah Sebuah Kenikmatan yang Tak Terlupakan 




Hidup berkeluarga adalah dambaan setiap insan. Bahkan boleh dikata, tidak ada momen terindah dalam sejarah hidup seseorang seindah kuntum pernikahan.
Bagaimana tidak? Dengan ikatan pernikahan yang sah, terjalinlah hubungan cinta yang begitu mesra nan indah. Tak ada seorang pun di antara kita yang memiliki perasaan cinta, kedekatan, dan kasih sayang seperti yang terjadipada suami istri.

Lihatlah realita yang ada!
Kehadiran kekasih di pangkuan, mampu melupakan seorang kawan walaupun dia telah lama bergaul, namun rasa cinta yang ada hanya sebatas kawan dan orang lain.
Suatu saat, bisa saja seseorang merasa bosan kepada temannya tersebut, atau terjadi hal-hal yang membuat hubungan mereka putus.Apalagi, kalau sudah jarang bertemu, dan masing-masing sibuk dengan urusannya, atau tempat mereka sudah dipisahkan oleh jarak yang jauh di perantauan. Akhirnya, dia pun melupakan kawan dekatnya sepanjang masa.
Berbeda halnya dengan cinta suami istri. Walaupun suami jauh di perantauan, bahkan di negeri seberang nan jauh di sana, meninggalkan istri dambaan, namun ingatan dan impian tidak bisa terlepas darinya. Kerinduan yang mendalam selalu menyapanya. Air mata pun terkadang menetes tak kuasa menahan kepiluan. Benar juga apa kata orang, jauh di mata dekat di hati.
Ya Rabbi, sebagaimana Engkau telah mengumpulkan dan menyatukan kami di dunia, satukanlah kami kembali di surga, negeri abadi.
Subhanallah, memang demikianlah kenyataan yang ada pada hubungan cinta yang demikian kuat menggelora, dan melekat pada suami istri. Sungguh, hal ini merupakan satu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah Ta’ala.
Oleh karena itulah, Allah Ta’ala berfirman,
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan Allah adalah Dia menciptakan untukmu para istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir.” [ar-Ruum: 21]
Wahai saudaraku, renungkanlah satu tanda ini, niscaya engkau akan bisa merasakan kelembutan, dan kasih sayang ar-Rahman yang begitu besar kepadamu. Bagaimana kita bisa merasakan cinta yang begitu mendalam, padahal jauh sebelumnya tak pernah kenalan. Tempatnya saja dipisahkan oleh jarak yang berjauhan. Ada yang dipisahkan dengan daratan yang panjang, dan lautan yang membentang. Bahkan ada yang terhalangi kuat dengan gunung-gunung tinggi nan menjulang. Benar juga apa kata orang yang sedang jatuh cinta, gunung-gunung kan kudaki, dan lautan kan kuseberangi, demi meraih cinta yang bersemi.
Namun subhanallah, yang begitu menakjubkan, mengapa hanya dengan ta’aruf islami, dan sekejap akad pernikahan, semerbak harum cinta bisa merasuk ke relung-relung kalbu? Bahkan, bertambah hari,
getaran-getaran cinta semakin kuat dan semakin kuat,
sampai ajal menjemput, insya Allah.
Ya, begitulah nilai sebuah nikmat yang disebut pernikahan. Susah dilupakan, bukan? Oleh karena itu, tidakkah engkau bersyukur, wahai kawan?! Tidakkah engkau tunduk kepada-Nya, wahai hamba ar-Rahman?!
Saudaraku di jalan Allah…
Sungguh dalam mahligai rumah tangga, terbentang luas berbagai
amalan ketaatan. Semua yang dilakukan dengan niat meraih ridha-Nya, surgalah sebagai balasan.
Wanita shalihah, untukmu dipersilakan masuk ke dalam jannah, dari pintu mana saja yang kamu inginkan.
Bagi suami,
hanya dengan satu suapan yang dia berikan kepada keluarganya, itu sudah bernilai sedekah. Bahkan, saling menyalurkan hasrat pun berpahala. Maka, nikmat Allah yang mana lagi yang kamu dustakan?
Bagi istri,
suami adalah nakhoda baginya, yang membawanya mengarungi samudra cinta. Dia berusaha sekuat tenaga menyelamatkan bahtera, dari amukan badai, dan gelombang yang menerpa. Suami akan melindungi dan menjaganya, dalam dekapan kasih dan kelembutan, dari berbagai gangguan dan cobaan. Dia juga akan menuntun istri, agar selamat dunia dan akhiratnya, ‘tuk meraih kebahagiaan yang hakiki di atas ridha Allah Ta’ala.
Bagi suami,
istri shalihah adalah teman setia dalam suka dan duka. Dia adalah perhiasan dunia yang tak ada bandingannya. Dialah penghibur, di saat musibah melanda. Pengingat, di saat lalai dan lupa. Penegur dan penasihat, di saat salah dan berbuat dosa. Dialah tempat berbagi kasih dan cerita. Sungguh, istri adalah anugerah yang luar biasa. Darinya terlahir anak-anak cinta. Dialah istri baginya, dan ibu bagi buah hatinya.
Ya Allah ya Rabbi, sungguh ketika mengingat nikmat ini. Hamba sangat bersyukur sekali. Semoga Engkau, ya Ilahi. Selalu menjaga anak-anak dan istri. Jadikanlah mereka selalu sebagai penyejuk mata dan hati. Berikanlah kekuatan padaku untuk mendidik si jantung hati. Agar mereka selamat dari siksa neraka nanti, yang bahan bakarnya dari jin dan manusia keji.
Ya Allah ya Rabbku, maafkanlah hamba-Mu, dari berbuat zalim, dan menyia-nyiakan titipan-Mu. Kalau bukan karena pertolongan dan taufik dari-Mu,niscaya hamba tidak kuasa ‘tuk mengemban amanah-Mu.
Ya Allah ya Rabbku, terimalah ibadahku, mudahkanlah urusanku, masukkanlah keluargaku dan anak keturunanku ke dalam surga melihat wajah-Mu.
Amin, amin ya Rabbal ‘Alamin.
Wallahu a’lam bish shawab.
Akhukum fillah,
Al-Faqir ila maghfirati Rabbihi Abu umar ibrahim
Markiz Daril Hadits al-Fiyusy
Adn, Yaman.
http://www.forumsalafy.net
About these ads

Tidak ada komentar: